Beginilah Bentuk Perpustakaan Waktu Depan pada Masa Digital

Saturday, July 1st 2017. | Internet

Waktu di buka pada th. 2004, perpustakaan umum baru di Seattle, Amerika Serikat, dipublikasikan jadi jenis yang mewakili masa digital serta semangat warga dalam menyongsong milenium baru.

Gedung empat lantai itu tersambung dengan tangga berupa spiral hingga orang dapat naik turun lewat tangga yang landai. Design yang dimaksud membanggakan itu di buat oleh Rem Koolhaas serta Joshua Prince-Ramus dari tempat tinggal produksi OMA.

Di bagian beda, beberapa orang mengira kalau buku-buku yang tersimpan didalam perpustakaan itu juga akan masuk ke katalog kartu serta rekaman kaset.

Tetapi, sesudah lebih dari satu dekade, keinginan pada buku yang masih tetap dapat diketemukan di perpustakaan itu tetaplah kuat.

” Inspirasi kalau tiap-tiap orang juga akan membaca tulisan di monitor belum juga dapat dibuktikan benar. Tetaplah ada tempat untuk buku-buku kuno. Industri penerbitan tahu masalah itu. Hal semacam ini dapat diliat dari design berkwalitas tinggi perpustakaan itu, ” tutur Meredith TenHoor, sejarawan arsitektur serta profesor di Pratt Institute School of Architecture.

 

Jejeran buku tidak cuma sumber info, tetapi praktek sosial. (NYPL)
Design paling inovatif di perpustakaan itu, menurut TenHoor, yakni jejeran buku yang tidak cuma jadi sumber info, tetapi sebagai sumber praktek sosial serta intelektual yang berkembang di sekitar dunia bacaan serta riset.
Disamping itu, Wakil Presiden Bagian Rencana Modal di Perpustakaan Umum New York atau New York Public Library (NYPL) Risa Honig menyebutkan, waktu itu pihaknya berasumsi kalau buku bukan sekedar masalah eksistensi arsitektural.

Saat itu, sekitaran 20 % dari keseluruhnya aliran NYPL yaitu buku elektronik (ebook).

” Buku membuat satu tampilan serta berikan rasa dalam satu ruang. Jadi bukan sekedar sisi dari design, namun adalah hal perlu, ” kata Honig.

Hal tersebut dapat diliat di cabang perpustakan yang baru di buka di 53rd Street serta yang selekasnya diperbaiki di Mid-Manhattan.

 

Perpustakaan makin bertindak mengakomodasi banyak manfaat. (NYPL)
Ada satu pergantian yang berlangsung, yakni perpustakaan makin bertindak untuk mengakomodasi banyak manfaat, salah satunya untuk tempat menaruh serta mengedarkan buku.

Hal tersebut seperti yang tampak dari hasil rancangan lagi di Mid-Manhattan oleh Mecanoo serta Beyer Blinder Belle, arsitek dari perusahaan Belanda.

Mereka juga akan memberikan tempat duduk, sisi service, serta ruangan umum di perpustakaan yang paling besar di kota itu. Gagasannya, pembangunan diawali pada musim gugur.

” Ada ruangan untuk riset serta beragam pekerjaan yang butuh ditangani di perpustakaan. Ada juga ruangan sesuai sama penggolongan buku seperti di perpustakaan lama yang disenangi orang, ” ucap TenHoor merujuk pada design Mecanoo.

Menurut Honig, saat membuat lagi perpustakaan, NYPL berupaya menggabungkan tempat duduk resmi serta enjoy, ruangan multiguna, semakin banyak akses internet serta keluar, dan sinar alami.

Hal tersebut dapat diliat di Washington Heights yang barusan diperbaiki serta di Stapleton, Staten Island.

Ruangan yang terbuka untuk umum untuk pertama kali semestinya adalah ruangan yang dapat sesuaikan dengan pergantian tehnologi di hari esok, yakni teras di atap, hanya satu sisi yang bebas di Midtown. (NYPL)

” Kami membuat ruang yang memberikan inspirasi untuk komune dimana mereka dapat berhubungan keduanya. Itu adalah satu hal perlu, ” kata Honig.
Berkenaan dengan itu, waktu membuat bangunan untuk hari esok, sisi yang paling perlu mungkin saja tidaklah arsitekturalnya, tetapi bangunan tersebut.

Dalam satu tahun lebih paling akhir, NYPL serta Perpustakaan Umum Brooklyn berupaya menangani problem kekurangan dana dengan jual beberapa cabang di daerah yang bernilai jual tinggi, lantas menggantinya dengan perpustakaan yang lebih kecil.

Juicetin Davidson, kritikus arsitektur di New York, umpamanya, mengatakan perpustakaan baru di 53rd Street itu jadi ruangan bawah tanah yang ramping namun berkurang.

Menurutnya, perpustakaan itu mungkin mempunyai banyak elemen cerdas, namun kurang sinar serta ruangan untuk pendahulunya.

Satu tahun lebih sesudah penjualan perpustakaan di 53rd Street, NYPL juga memperhitungkan penjualan beda di Mid-Manhattan, yang diinginkan juga akan menolong pendanaan perbaikan cabang paling utama di Fifth Avenue.

Tetapi, dalam hadapi pertentangan kuat dari orang-orang, NYPL pilih untuk melakukan renovasi.

Ruangan yang terbuka untuk umum untuk pertama kali semestinya adalah ruangan yang dapat sesuaikan dengan pergantian tehnologi di hari esok, yakni teras di atap, hanya satu sisi yang bebas di Midtown. Ikutilah pelatihan kursus bisnis online yang sudah terpercaya dan profesional dibidangnya.